Aku di sini kembali menulis note untuk yang kesekian kalinya tentang sebuah perjalanan hidup..
Pernah ngga kalian merasakan suatu dilema besar yang melanda hidup kalian, yang melibatkan hati dan logika, ketika memutuskan untuk menyayangi seseorang dengan tulus?
Kalo kalian pernah merasakan itu, aku yakin, itu yang aku rasakan sekarang..
Mengalami dilema terbesar dalam hidup untuk memutuskan mana yg terbaik ketika menyayangi seseorang..
Tentu semua keputusan berawal dari hati dan logika..
Tapi susahnya, ketika hati dan logika sama-sama tidak berjalan searah..
Tentu semua keputusan berawal dari hati dan logika..
Tapi susahnya, ketika hati dan logika sama-sama tidak berjalan searah..
Ketika hati mengatakan, "aku tulus sayang sama dia, aku bakalan pertahanin dan perjuangin rasa ini, meskipun semua hanya dari 1 pihak.."..
Namun logika dan kenyataan berkata, "buat apa dipertahanin? Dia nggak akan mungkin bisa berubah , kalo dipaksa nggak akan dapet hasil yg baik.."..
Dan aku mulai bingung harus nurut yang mana..
Ketika memutuskan untuk mengikuti kata hati dan mengabaikan logika serta kenyataan, let's see..
Mungkin itu hanya akan menyakiti hati kita sendiri, meskipun perasaan itu hanya kita pendam dalam hati..
Pertanyaannya, apakah aku sudah siap melepaskan dia, memulai utk membuka hati kembali, dan mulai menerima kenyataan?
Ketika memutuskan untuk menuruti logika dan melihat sebuah kenyataan..
Semua ngga segampang itu melupakan sebuah perasaan ketika kita memutuskan menyayangi seseorang..
Pertanyaannya, apakah hatiku sudah siap untuk disakiti yang keberapa kalinya?..
Mungkin aku ingin yang terbaik buat dia, meskipun harus menyakiti hati sendiri bukan?
Aku rasa itu yang namanya cinta yg tulus..
Yang ngga pernah minta balasan atas rasa sayangnya..
Jadi, let it flow aja deh..
Kalo jodoh ngga kemana :)
Dan ohya, seseorang bilang ke aku, dari semua rasa yang ada dalam hidup, ada satu rasa yang paling ngga enak, yaitu rasa nyesel :)
Jadi pikirkan baik-baik, kondisikan hati dan logika utk duduk satu meja dan bekerja sama :)
Ngga ada gunanya juga, berharap utk tidak pernah jatuh dalam perasaan seperti ini dan mengalami kondisi seperti ini..
Ini namanya perjalanan hidup, mau ngga mau ya harus dijalani juga :)
Tentu, siap menyayangi, siap disakiti juga :)
Tentu, siap menyayangi, siap disakiti juga :)
Labels: My days














