Beberapa hari lalu, as usual sebelum tidur aku berdoa. Doa ini-itu, sampai akhirnya tibalah pada topik… pasangan hidup :))
BTW, sebelum ada yang salah paham, mendingan aku jelasin dulu, hehe. aku nggak berencana menikah dalam waktu dekat kok. Yaah, secepat-cepatnya enam atau tujuh tahun lagi deh, soalnya emang ada hal yang masih harus dilakukan *sok rahasia :p*. Selain itu juga belum siap, dan masih pengen nikmatin masa-masa single dulu, hihi.
Oke, jadi aku doa tentang pasangan hidup. Mungkin kriteria yang aku doain terkesan “standar” tapi yah… memang ini yang aku perlukan :D

If it’s God’s will for me to get married… I pray for a man who loves and fear of the Lord with all of his heart and soul. I pray for a leader with a servant heart, to whom I can whoheartedly submit.
Anyway, aku ini kolerik, anak sulung lagi, jadi kalau dapat suami yang nggak take role as a leader, byuhhh… akunya bisa “tak terkendali” :p
Nah, kebayang dong “gemes”nya seorang kolerik kalau dia harus tunduk sama orang yang nggak tegas, apa-apa bilang “terserah”, nggak punya visi... mana tunduknya harus seperti tunduk sama Tuhan, lagi! -_- Jadi, menyadari “kelemahan” itu, aku tentu berdoa supaya dapat pasangan hidup yang benar-benar tahu bagaimana menjadi “kepala”.
Terus, “a servant heart” itu maksudnya dia punya inisiatif, nggak segan untuk turun tangan menolong melakukan pekerjaan yang mungkin nggak-cowok-banget, nggak gengsi untuk minta maaf saat berbuat salah, dan mau menerima koreksi.
aku terus mikir, “Oh, mungkin maksut Allah aku beresin kuliah dulu lah, melayani Allah dulu, submit sama orangtua dulu, nanti pasangan hidup juga nongol-nongol sendiri…”
Tapi setelah dipikir-pikir lagi… hmm, kayaknya maksud Allah bukan itu deh. Terus… apa dong?
Sama cepatnya dengan pertanyaan itu muncul di kepala, jawaban itu datang.
“Carilah pasangan hidup yang benar-benar hatinya melekat pada Allah. A man after His own heart. Kalau hatinya uda melekat sama Allah, dia PASTI tahu apa peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami (which is sebagai kepala keluarga dan pemimpin), dan PASTI akan semaksimal mungkin menjalankan peran itu, meski mungkin aslinya dia, karakternya, atau kepribadiannya, nggak begitu.”
Yeah, jadiiii… buat yang lagi doain tentang pasangan hidup juga, mudah-mudahan bisa take this into consideration. Selain utamakan Allah dalam hidupmu, berdoalah bagi pasangan yang juga selalu mencari Tuhan dulu dalam segala hal. A man (or woman) after His own heart knows, and willing to take, the role of a husband (or wife) as the Lord commanded.
If you apply that principle first… all these things shall be added to you. Amin =))














