aku berharap kebaikannya
aku berharap kehadirannya
aku berharap perhatiannya
bahkan aku berharap kasih sayangnya
Tapi,
sering aku dikecewakannya
Sering aku menangis karenanya
Sering aku merasa disakiti olehnya
Lalu,
pantaskah aku masih berharap padanya?
ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu
adakah kebahagiaan yang aku dapatkan?
apakah dengan kecewaku, dia berubah?
apakah dengan tangisku, dia akan hadir?
ataukah dengan perasaan sakit hati, dia menyayangiku?
Mungkin jawabannya TIDAK
jadi,
bukankah ini saatnya untuk aku pergi?
bukankah ini saatnya untuk aku berpaling?
bukankah ini saatnya untuk aku menjauh?
setidaknya pergi dari rasa kecewa ini
berpaling untuk tetesan airmata
menjauhlah untuk membahagiakan hatiku
betapa dia tak pernah mengharapkanku
betapa dia tak pernah mempedulikanku
betapa dia bahkan tak sempat memikirkanku
Tanpa aku sadari,
aku telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosong
sedikit kata darinya sudah membuatku merasa diperhatikan
sedikit perhatian darinya sudah membuatku pikir dia peduli
sedikit kabar darinya sudah membuatku terlena, tak beranjak
yaa, semua yg sedikit itu saja sudah membuatku bahagia
yang sedikit bahkan semu, sudah membuatku bertahan
untuk apa?
untuk sesuatu yang KOSONG
untuk sesuatu yang tak pernah dia pikirkan
untuk sesuatu yang bukan apa-apa untuknya
untuk sesuatu yang DIA TIDAK TAHU
atau sesuatu yang dia TAK AKAN PEDULI
Dan esok, lusa, nanti ataupun detik yang akan datang
aku akan kecewa, menagis dan sakit hati lagi
tidakkah semua itu CUKUP?
saatnya aku melangkah
tak akan bertahan untuk harapan yg tak pernah ada
jangan sampai aku terbangun dalam keadaan remuk
selagi aku bisa berdiri
selagi airmataku belum habis
selagi hatiku belum bernanah
biarlah sakitnya terasa hari ini
esok luka itu akan mengering
biarlah dia menjadi bagian kenanganku
tapi dia tak lagi menghancurkanku
bahkan ketika aku pergi
dia tak akan menangisiku
mungkin dia tak menyadarinya
karena aku bukan yang diharapkannya
aku bukan yang dipirkannya
aku bukanlah apa-apa baginya
tak akan pernah menoleh lagi untuknya
jika hari ini aku sadar siapa dia
besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi
dia akan menjadi orang yang sama
yang tak pernah mempedulikanku
yang hanya memberiku sedikit kata
yang akan menumpahkan air mataku
menggoreskan rasa kecewa,
dan mengguratkan luka dihatiku
biarkan hari ini adalah akhir kecewaku
biarkanlah airmata ini menetes sederasnya
dan biarlah rasa sakit ini menghunjam dalam
tapi itu yang TERAKHIR untuknya
itu yang TERAKHIR
Tuhan tidak menciptakan satu orang didunia ini
diluar sana masih banyak yang membutuhkanku
cukuplah diriku untuk mereka yang siap menerima cintaku
yang lebih menghargai cintaku
Labels: cengeng, curcol, sekedar cuap-cuap














